Nvidia Mengklaim Halusinasi AI Dapat Diatasi dan AGI Hanya Berjarak Lima Tahun Lagi

Kukuh T Wicaksono
2 min readMar 20, 2024

Sumber: https://techcrunch.com/2024/03/19/agi-and-hallucinations/

Dalam perkembangan terbaru yang menarik dari dunia teknologi, CEO Nvidia, Jensen Huang, memberikan wawasan mengejutkan tentang masa depan kecerdasan buatan (AI). Pada Konferensi Pengembang Global Teknologi (GTC) tahunan Nvidia yang diadakan pada 20 Maret 2024, Huang mengungkapkan keyakinannya bahwa kecerdasan buatan umum (AGI) — sering disebut sebagai AI tingkat manusia atau AI kuat — hanya berjarak lima tahun lagi.

AGI, yang berbeda dari AI sempit yang dirancang untuk tugas-tugas spesifik, akan mampu melakukan berbagai tugas kognitif pada atau melebihi tingkat kemampuan manusia. Diskusi tentang AGI sering kali mengundang pertanyaan eksistensial mengenai peran dan kontrol manusia atas mesin yang memiliki kemampuan untuk berpikir, belajar, dan berkinerja lebih baik dari manusia di hampir setiap aspek. Huang, meskipun sering merasa frustrasi karena sering disalah kutip oleh pers, mengambil waktu untuk menjelaskan pandangannya terhadap AGI yang menjanjikan namun sering disalahpahami ini.

Menurut Huang, kunci untuk mengerti kapan AGI akan terwujud terletak pada bagaimana kita mendefinisikannya. Dengan analogi yang sederhana, ia menjelaskan bahwa seperti halnya kita mengetahui kedatangan Tahun Baru atau tiba di lokasi tertentu, kemunculan AGI juga dapat diukur jika kita menetapkan definisi yang jelas dan spesifik. Huang meyakini bahwa jika AGI didefinisikan dengan serangkaian tes tertentu — seperti kemampuan untuk lulus ujian bar hukum atau tes logika — kemungkinan besar kita akan mencapai tahap tersebut dalam waktu lima tahun.

Tidak hanya mengomentari AGI, Huang juga menyampaikan solusi untuk mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan AI saat ini: halusinasi AI. Halusinasi AI merujuk pada kecenderungan AI untuk menghasilkan jawaban yang tampak masuk akal namun tidak berdasarkan fakta. Huang menekankan bahwa masalah ini dapat diatasi dengan “pembangkitan yang diperkaya pengambilan” — sebuah proses di mana AI harus melakukan penelitian terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban. Dengan memverifikasi setiap jawaban dengan data yang akurat dan menolak sumber yang salah informasi, AI dapat menghindari penyampaian informasi yang tidak akurat.

Dalam menangani jawaban kritis, seperti nasihat kesehatan, CEO Nvidia menyarankan pentingnya memeriksa berbagai sumber terpercaya. AI perlu memiliki kemampuan untuk mengatakan “Saya tidak tahu” atau “Saya tidak bisa menemukan konsensus” pada pertanyaan tertentu, sebuah langkah penting untuk memastikan keandalan dan keamanan dalam penggunaan teknologi AI.

Dengan pandangan yang berani dan optimis terhadap masa depan AI, Nvidia terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan batasan teknologi. Pernyataan Huang tidak hanya menawarkan harapan baru untuk kemajuan dalam AGI, tetapi juga solusi konkret untuk tantangan yang dihadapi oleh teknologi AI saat ini. Sebagai pemimpin dalam inovasi teknologi, Nvidia terlihat siap memimpin jalan menuju era baru kecerdasan buatan.

--

--