Peran Embedding dan Fine-Tuning dalam Membangun Kemampuan Model Bahasa Besar Claude AI

Kukuh T Wicaksono
3 min readMar 20, 2024

Claude AI adalah model bahasa besar (large language model) yang dikembangkan oleh Anthropic menggunakan teknik pembelajaran mendalam seperti embedding dan fine-tuning. Dalam konteks Claude, perbedaan dan persamaan antara embedding dan fine-tuning dapat dijelaskan sebagai berikut:

Embedding dalam Claude AI:
Claude dilatih dengan menggunakan embedding kata (word embeddings) dan embedding kalimat (sentence embeddings) untuk merepresentasikan input teks dalam bentuk vektor numerik. Embedding ini membantu Claude memahami makna dan konteks dari kata-kata dan kalimat dengan memetakan kata atau kalimat yang serupa secara semantik ke vektor yang berdekatan dalam ruang vektor berdimensi rendah.

Dengan embedding yang baik, Claude dapat menangkap nuansa makna, sinonim, hubungan antar kata, dan konteks kalimat dengan lebih baik. Ini membantu Claude dalam tugas-tugas seperti pemahaman bahasa alami, terjemahan, summarisasi, dan generasi teks.

Fine-tuning dalam Claude AI:
Claude awalnya dilatih pada dataset besar yang mencakup berbagai topik dan domain menggunakan teknik pembelajaran yang disebut “constitutional AI”. Namun, untuk menyesuaikan kemampuannya pada tugas atau domain tertentu, Claude perlu melalui proses fine-tuning.

Fine-tuning melibatkan penyesuaian parameter model Claude yang telah pra-terlatih menggunakan data yang spesifik untuk tugas atau domain tertentu. Misalnya, jika Claude akan digunakan untuk tugas pengkodean, model dapat di-fine-tune menggunakan dataset kode program dan dokumentasi untuk meningkatkan kinerjanya dalam pemahaman dan generasi kode.

Dalam konteks Claude, embedding dan fine-tuning digunakan secara bersamaan. Embedding membantu Claude memperoleh representasi yang bermakna dari input teks, sementara fine-tuning membantu menyesuaikan model untuk tugas atau domain spesifik yang diinginkan.

Persamaan antara embedding dan fine-tuning dalam Claude adalah keduanya bertujuan untuk meningkatkan kinerja model dalam memahami dan menghasilkan output bahasa alami yang lebih akurat dan relevan. Perbedaannya terletak pada tahap dan tujuan spesifik masing-masing teknik, di mana embedding lebih fokus pada representasi input, sedangkan fine-tuning lebih fokus pada penyesuaian model untuk tugas tertentu.

Dengan menggabungkan embedding yang baik dan fine-tuning yang tepat, Claude dapat menjadi model bahasa yang kuat dan fleksibel untuk berbagai tugas dan domain, sekaligus mempertahankan kemampuan umum dalam pemahaman dan generasi bahasa alami.

Berikut adalah contoh praktis yang dapat membedakan antara fine-tuning dan embedding dalam konteks model Claude AI:

Contoh Embedding pada Claude AI:

Dalam proses pelatihan awal, Claude dilatih dengan dataset teks yang sangat besar dari berbagai sumber. Untuk membuat representasi numerik yang bermakna dari input teks, Claude menggunakan teknik embedding.

Misalnya, ketika Claude diberikan kalimat “Saya suka makan apel merah”, model akan memetakan setiap kata dalam kalimat tersebut ke dalam vektor angka (embedding kata) yang merepresentasikan makna dan hubungan semantik kata-kata tersebut. Kata “apel” dan “merah” mungkin akan diwakili oleh vektor yang berdekatan karena memiliki hubungan semantik yang kuat.

Embedding ini membantu Claude memahami konteks dan makna dari setiap kata dalam kalimat, serta hubungan antar kata. Sehingga, ketika Claude perlu menghasilkan output teks, model dapat menggunakan embedding yang baik untuk menghasilkan teks yang lebih masuk akal dan sesuai konteks.

Contoh Fine-tuning pada Claude AI:

Setelah dilatih pada dataset umum, Claude dapat dioptimalkan untuk tugas atau domain tertentu melalui proses fine-tuning. Misalnya, jika kita ingin menggunakan Claude untuk membantu dalam pengembangan perangkat lunak, kita dapat melakukan fine-tuning menggunakan dataset kode program dan dokumentasi terkait.

Dalam proses fine-tuning ini, parameter model Claude yang sudah pra-terlatih akan disesuaikan dan dioptimalkan menggunakan data baru yang spesifik untuk domain pengembangan perangkat lunak. Ini membantu Claude memahami sintaks, konsep, dan konteks yang terkait dengan pengembangan perangkat lunak dengan lebih baik.

Setelah melalui proses fine-tuning, Claude menjadi lebih ahli dalam memahami dan menghasilkan kode program, menjelaskan konsep pemrograman, dan memberikan saran terkait pengembangan perangkat lunak. Namun, kemampuan umum Claude dalam memahami dan menghasilkan bahasa alami tetap terjaga.

Jadi, pada intinya, embedding membantu Claude memperoleh representasi numerik yang bermakna dari input teks, sementara fine-tuning membantu menyesuaikan kemampuan Claude untuk tugas atau domain spesifik yang diinginkan, seperti pengembangan perangkat lunak, analisis data, atau terjemahan bahasa.

--

--